Kamis, 22 Desember 2011

Saat Harus Menjadi Dewasa

Sempat terjatuh. Putus asa. Berfikiran yang tidak-tidak, kemudian menyerah. Apa sebenarnya dia terima saat ini? Pelajaran hidup kah? Atau hanya kriteria orang yang melemah? Entahlah.. bingung. Terlalu naif memang jika membicarakan tentang kehidupan. Apalah daya dia tak mampu mengungkapkannya. Hanya tulisan ini, yang tak berarti juga tak sepantasnya diungkapkan. Persoalan demi persoalan terus dia hadapi. Fikirannya tak tentu. Kesana kemari tak jelas arah tujuannya. Begitu banyak masalah di dalam dunia ini, namun terserah manusianya yang mampu menyelesaikan atau tidak. Tepat di bulan november 2011 ini dia berumur 15 tahun. Teringat saat dahulu, saat masih kelas 6 SD, dia sangat ceria, menari-nari berlari-lari di halaman sekolah pun masih dia lakukan tanpa sungkan dan malu-malu. Meskipun, banyak orang beranggapan bahwa siswi kelas 6 SD termasuk masa-masa dimana dia harus mau berjalan dengan lemah lembut, tutur katanya baik, berperilaku sopan, dan lain-lain. Ya, mungkin saja waktu itu dia terasa masih menjadi orang yang bebas. Layaknya bersepeda diatas awan. Tidak seperti sekarang. Menyampaikan sedikit perkataan di hadapan teman-temannya ataupun orang lain diatasnya seolah-olah harus ada teori untuk berbicara. Berfikir bahwa perkataan itu sudahkah pantas di katakan. Selalu berhati-hati meskipun itu hanya sekedar candaan. Melihat kepada siapa kita berbicara. Sejenak berfikir, mungkin bertambah umur bertambah juga pelajaran-pelajaran kehidupan yang bisa kita ambil. Demi menjadi manusia yang lebih baik. Dan dia pun tak ingin mengeluh. Dia tak ingin lagi menjadi hamba-Nya yang tertutup. Ingin selalu terbuka pada Tuhan. Belajar dari kesalahan. Semoga Allah meridhainya. Selalu dilindungi dalam jalan-Nya yang benar, amin.